Golkar Harap Perlindungan Bagi Perempuan Saat Pandemi Covid-19
Diperhatikan
Korbid Kesra DPP Golkar Party Adde Rosi mengatakan, selama pandemi Covid-19 pada tahun 2020 berdasarkan data dari Kementerian Perempuan dan Anak-anak, banyak kekerasan terhadap perempuan yang terjadi. Ini disampaikan ketika Golkar DPP Webinar dengan tema perlindungan hak asasi manusia bagi perempuan sebagai ibu negara Covid Pandemi 19.
Bahkan, menurutnya, dari data Komnas Perempuan, hingga November 2020, kekerasan berbasis gender dalam jaringan (online) meningkat selama Pandemi Covid 19, dari 1.617 kasus, 1.458 adalah kekerasan berbasis gender. "Karena itu, perempuan di Indonesia sebagai ibu bangsa, kutub negara dan Soko guru pembangunan nasional, harus sulit bersama untuk memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia ini," kata Adde dalam pernyataannya, Selasa (29/12/2020) .
Sementara itu, ketua Partai Golkar Female Unity Center (KPPG), Airin Rachmi Diany menekankan bahwa perempuan harus mampu menghadapi berbagai tantangan, terutama ketika pandemi Covid-19 ini.
"Itu harus dapat diperlakukan dengan kemampuan wanita itu sendiri untuk terus beradaptasi dan bekerja dengan cepat di semua bidang kehidupan, sehingga perempuan dapat terus bekerja, dan ini adalah tanggung jawab semua pihak," jelas Airin.
Dia melihat, wanita harus diberi kesempatan yang sama dengan pria, sehingga mereka dapat berperan secara optimal untuk keluarga dan lingkungan, komunitas, negara, dan negara-negara mereka. "Karena itu, produk yang berlaku yang dihasilkan harus dapat memberikan solusi bagi perempuan," kata Airin.
Semangat kebersamaan
Pada kesempatan yang sama, ketua Dewan Kehormatan PP KPPG, Yanti Airlangga Hartarto mengatakan, dalam menghadapi tantangan di masa sekarang, semangat kebersamaan diperlukan. "Sehingga bangsa ini bisa keluar dan menghindari berbagai bentuk kekerasan, terutama kekerasan yang terjadi pada wanita," katanya.

Komentar
Posting Komentar