Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Trenggono: Saya Akan
Belanja Masalah
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan dia terkejut ketika ditanya oleh posisi barunya oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Dia bilang dia akan belajar banyak tentang laut. "Terus terang, ini adalah berita yang cukup mengejutkan. Saya harus belajar banyak tentang laut. Kami adalah negara-negara kepulauan yang lebih kecil yang kurang dari Marinir," Trenggono, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/2020).
Namun, katanya, segera menghasilkan masalah dalam Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP. "Pada saat itu saya pikir itu tidak lama, mungkin 1 hingga 2 bulan ke depan, saya akan menghabiskan masalah untuk mengevaluasi segala sesuatu yang telah Faktanya. Apa yang baik, kita terus bahwa kita tidak berhenti, "kata Trenggono.
Dia berjanji untuk menangani kekayaan marinir Indonesia dengan baik, terutama ekosistem di dalamnya. Trenggo mempersiapkan kenaikan baru untuk menjaga seekor laut. "Kemajuan apa yang akan saya lakukan tentu sebagai lembaga atau pelayanan yang menjaga laut, mengatakan bahwa keberlanjutan alih-alih ekosistem ini dalam marinir ini dapat berlari dan tidak rusak," kata Trenggono ini.
Lari ke kanan
Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menunjuk Sakti Wahyu Trenggono untuk mengisi posisi Menteri Kelautan dan Memancing (KKP). Sebelumnya, ia bekerja sebagai wakil pertahanan. Seni Timur, Direktur Penelitian dan Konsultasi Inalestrategi, Arif Nurul Imam mengevaluasi kereta Trenggon yang akan memenuhi syarat di sebelah kanan oleh Jokowi untuk duduk sebagai Menteri KKP.
"Pintu masuk Trenggono menjadi Menteri KKP, saya percaya karena kemampuan para profesional, sehingga dianggap sebagai menteri KKP oleh presiden. Keahliannya menjadi Wamenhan dan dalam realisasi tugasnya dan tanggung jawab sehingga mereka dapat percaya diri (dalam Kementerian Kelautan dan Perikanan), "Arif.
Dia melihat Jokowi ingin menyelesaikan masalah dalam Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan menunjuk pada pertandingan non-politik seperti Trenggono. "Ada niat Pak Jokowi dodo akan membuat reformasi KKP untuk memilih para profesional yang memiliki sejarah, sebaliknya Akomodasi murni hanya dengan variabel politik, "katanya.

Komentar
Posting Komentar