Langsung ke konten utama

Komisi I DPR: Indonesia Tidak Akan Buka Hubungan Bilateral dengan Israel




Komisi I DPR: Indonesia Tidak Akan Buka Hubungan Bilateral dengan Israel


Ketua Komisi Dewan Perwakilan Rakyat 1 Meutya Hafid mengatakan Indonesia tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Karena, pendudukan Israel di Palestina masih terjadi. "Indonesia belum mengubah pembukaan konstitusi tahun 1945 yang menyebutkan pekerjaan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan para tahanan dan prises ', sehingga Indonesia tidak akan dan tidak mungkin untuk membuka hubungan dengan Israel," kata Meutya mengatakan informasi tertulis pada Selasa (15/2020).


Meutya melanjutkan, pada bulan Juni, Indonesia telah mengangkat masalah Palestina dan pelanggaran Israel pada pertemuan menteri di Dewan Keamanan PBB. Menurutnya, ini adalah bentuk konsistensi bangsa Indonesia. "Pemerintah Indonesia tidak pernah menghubungi Israel dan kami percaya ini," jelasnya.


Meutya memandang, saat ini media asing pro-Israel meningkatkan masalah antara Indonesia dan Israel. Tujuannya, melemahkan dukungan pemerintah Indonesia untuk kemerdekaan Palestina. Meutya berharap bahwa Indonesia tetap tegas dengan komitmen terhadap Israel, meskipun sejumlah negara di Timur Tengah menormalkan hubungan dengan Israel.


"Indonesia sudah memiliki sikap yang jelas sejak 1945, kami menerapkan politik aktif aktif yang berarti Indonesia akan terus aktif dalam mendukung kemerdekaan Palestina dari pekerjaan Israel. Tidak ada keraguan dalam dukungan Indonesia untuk rakyat Palestina," katanya.


Tidak ada percakapan

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia Azis Syamsuddin menekankan bahwa Pemerintah Indonesia sepenuhnya didirikan dengan orang-orang Palestina untuk mendukung kemerdekaan negara dari Israel.


Menurutnya, dia belum mendengar rencana Indonesia untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel seperti berita di berbagai media internasional beberapa waktu lalu.


"Sementara itu saya belum mendengar rencana dari pemerintah, jadi saya mempertanyakan dasar klaim. Saya yakin pemerintah Indonesia sepenuhnya didirikan dengan rakyat Palestina," kata Azis Syamsuddin dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (15 /) 12/2020).


Azis dikatakan terkait dengan berita di berbagai media internasional untuk klaim Israel bahwa Indonesia akan segera menormalkan hubungan dengan Israel sebelum masa jabatan Presiden AS Donald Trump berakhir. Dia menjelaskan, terkait dengan masalah normalisasi hubungan Indonesia dengan Israel, komitmen pemerintah Indonesia tentu terkait dengan undang-undang penegakan atas kedaulatan Palestina.


Menurutnya, belum ada pembicaraan tentang normalisasi hubungan diplomatik antara kedua negara. "Saya belum pernah mendengar tentang wacana itu, yang harus menjadi pemerintah Indonesia dan rakyat Indonesia sepenuhnya mendukung kedaulatan dan hak-hak Palestina," katanya dikutip antara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gempa Magnitudo 5,1 Getarkan Bolaang Mongondow Timur

Gempa Magnitudo 5,1 Getarkan Bolaang Mongondow Timur Gempa besar-besaran 5,1 bersemangat Mongondow Timur Bola , Sulawesi Utara, Kamis (17/2020). Lindu terjadi pukul 3:30 malam. Gempa bumi tidak memiliki kemungkinan tsunami.Mengantisipasi gempa bumi,Ini harus dilakukan sebelumnya, untuk sesaat, dan setelah gempa bumi. Sebelum: - Pastikan struktur dan lokasi rumah Anda dapat menghindari bahaya yang disebabkan oleh gempa bumi, seperti tanah longsor atau pencairan. Mengevaluasi dan memperbarui struktur bangunan Anda untuk menghindari bahaya gempa bumi. - Kenali lingkungan di mana Anda bekerja: perhatikan lokasi pintu, lift, dan tangga darurat. Dia juga belajar di mana tempat paling aman untuk berlindung. - Pelajari cara melakukan pemadam api pertama dan pemadam kebakaran. - Daftarkan nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat gempa bumi. - Atur furnitur untuk menempel di dinding untuk menghindari jatuh, runtuh, berubah pada saat gempa. - Bangun objek keras di mana pun itu ada di ...

Jokowi: Vaksinasi Covid-19 Dimulai Januari, Jangan Ada yang Bayar

Jokowi: Vaksinasi Covid-19 Dimulai Januari, Jangan Ada yang Bayar Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa program vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada Januari 2021. Ia memastikan bahwa masyarakat akan mendapatkan vaksin Covid-19 secara gratis. "Vaksin sudah ada, tetapi vaksinasinya akan dimulai pada bulan Januari," kata Jokowi ketika memberikan bantuan modal kerja kepada usaha mikro dan kecil di halaman istana Merdeka Jakarta, Rabu (16/16/2020). Menurutnya, dokter, perawat, dan petugas kesehatan lainnya akan diprioritaskan untuk disuntikkan dengan vaksin Covid-19 sebelumnya. Kelompok prioritas penerima vaksin lain, TNI-POLRI dan Guru. "TNI dan polisi nasional karena dia mempertahankan kedaulatan negara. Kepolisian nasional memelihara ketertiban dan keamanan negara. Itu juga perlu diutamakan. Setelah itu, setelah itu kita akan mendapatkan vaksinasi," jelasnya. Pedagang kecil menerima Rp 2,4 juta dari pemerintah. Jokowi menyadari bahwa Pandemi Covid-19 memb...

Kasus Rizieq Shihab Diambil Mabes Polri, Kabareskrim: Untuk Mudahkan Penyidikan

Kasus Rizieq Shihab Diambil Mabes Polri, Kabareskrim: Untuk Mudahkan Penyidikan   Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, menangani kasus pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Pencegahan penyebaran virus korona atau Covid-19 yang melibatkankepemimpinan Front Defenders Islam (FPI) Rizieq Shihab diambil alih oleh Kepolisian Nasional. Bareskrim mulai hari ini. Termasuk kasus serupa yang terjadi di Banten. "Jadi kemarin hari Jumat, 18 Desember, penyelidik Polisi Bareskrim, Polda Metro Jaya, dan Jawa Barat, telah memegang gelar kasus. Dalam hal kasus kami memutuskan tiga kasus ditarik ke Polda Nasional Bareskrim," kata Listyo di Markas Besar Kepolisian Nasional, Jakarta Selatan, Senin (21/12/2020). Menurut Listyo, dua kasus adalah pelanggaran prokes yang melibatkan Rizieq Shihab, yaitu kerumunan di Petamburan Jakarta Barat dan Megamendung, Bogor. Sementara kasus lainnya adalah kegiatan Haul Syeh Abdul Qadir Qadir Jailir di Al-Istiqlaiyyah Islamic Boarding Sc...