Pantau
Persiapan Pilkada, Forkopimda Banyuwangi Keliling Tinjau Simulasi TPS
Kabupaten Banyuwangi besok, 9 Desember 2020 akan mengadakan pemilihan kepala daerah. Banyuwangi Regent Abdullah Azwar Anas dengan Forum Komunikasi Kepemimpinan Regional (Forkopimda) melakukan peninjauan sejumlah lokasi Polling Station (TPS) untuk melihat kesiapan implementasinya pada Selasa (8/12/2020).
Bupati Anas dengan Kapolresta Banyuwangi Sr. Comr. Arman Asmara Syarifuddin, Dandim 0825 Banyuwangi, Letnan Kolonel Inf Yuli Eko Purwanto dan Danlanal Banyuwangi, Marine Letnan Col. (P) Joko Setiyono, dan perwakilan dari Kantor Kejaksaan Kabupaten Banyuwangi mengunjungi 3 TPS. Yaitu TPS 05 di Desa Temenggungan, TPS 01 Singotrunan Village dan TPS 03 di Desa Giri.
Di setiap TPS dikunjungi, kelompok menyaksikan simulasi proses menerapkan pemilihan suara untuk memastikan aturan protokol kesehatan Covid 19 dijalankan oleh Komite Pemilihan.
Satu per satu, mereka mensimulasikan prosedur. Orang yang datang langsung memeriksa suhu tubuhnya dengan Thermogun, lalu mencuci tangannya menggunakan sabun dan air yang mengalir di pintu masuk TPS.
Sejumlah aturan juga diatur. Seperti pemilih dilarang membawa ponsel untuk menghindari usaha selfie di bilik suara. Jika seseorang membawa, meminta ditempatkan terlebih dahulu di meja komite. Selain itu, untuk menandai bahwa mereka telah selesai menggunakan hak suaranya, tinta suara akan jatuh di tangan mereka.
Periksa suhu tubuh
Pada kesempatan itu, kepala polisi Arman memberikan arahan sehingga ketegangan suhu tubuh dilakukan terlebih dahulu dibandingkan dengan mencuci tangan. Mengapa?
"Karena, jika orang-orang mencuci tangan terlebih dahulu, orang-orang yang memiliki suhu tubuh tinggi, jika terkena air, suhu tubuh mereka dapat disamarkan. Jadi ketika memeriksa suhu tubuh, itu bisa tidak terdapat. Itulah pentingnya simulasi, sehingga kita Semua memiliki pemahaman yang sama dengan proses covid terkait dan semua menghindari penyebaran wabah ini, "kata Kapolresta. Di Banyuwangi itu sendiri ada 3725 stasiun pemungutan suara yang tersebar di 25 kecamatan.
Voting Clock Rules.
Foropima Banyuwangi di sekitar Ulasan Simulasi
Sementara itu, Bupati Anas menjelaskan bahwa sebelumnya pemerintah kabupaten telah mengirim surat kepada masing-masing desa dan kelurahan, sehingga dalam pembentukan TPS benar-benar memperhatikan arerititas dan kenyamanannya. Ini sehingga protokol kesehatan dapat dilakukan secara optimal.
"Aku mendesak agar lokasinya lebar dan sejuk. Selain bisa menghindari munculnya kerumunan, itu juga membuat penduduk yang nyaman yang ingin memilih," kata Anas.
Untuk menghindari munculnya kerumunan, Bupati Anas mengimbau semua penghuni untuk mematuhi aturan jam pemungutan suara. "Kami berharap implementasi pemilihan regional akan berjalan dengan lancar. Saya mendesak semua warga negara untuk menggunakan haknya dengan baik," menyimpulkan Anas.

Komentar
Posting Komentar