Langsung ke konten utama

Satgas Covid-19 Tegur 128 Ribu Pemilih Pilkada 2020 yang Langgar Protokol Kesehatan



Satgas Covid-19 Tegur 128 Ribu Pemilih Pilkada 2020 yang Langgar Protokol Kesehatan

 

Satuan tugas penanganan Covid-19 memantau penerapan protokol kesehatan Covid-19 dalam tahap pemilihan pemilihan 2020. Hasilnya, sebanyak 128.094 pemilih ditegur karena melanggar protokol kesehatan seperti, tidak menggunakan masker, menjaga jarak, dan crowding.


"Jumlah orang ditegur, sampai sekarang ada 128.000 pemilih yang diingatkan untuk protokol kesehatan yang taat," kata anggota Tim Tugas Tugas Covid-19 Dewi Nur Aisyah pada konferensi pers di YouTube BNPB, Jakarta, Rabu (9/12 / 2020). Jumlah pemilih sebagian besar ditegur oleh petugas, dari Sumatera Utara, Bali, Riau, hingga Jawa Timur.


Sementara itu, tingkat kepatuhan tertinggi terjadi di Sulawesi Tenggara dan Papua terendah.


Meski begitu, kata Dewi, secara umum tingkat kepatuhan pemilih dengan protokol kesehatan Covid-19 mencapai 90 persen. Misalnya, kepatuhan pemilih dalam menggunakan topeng adalah 96 persen.


"Laporan pemilih yang melaksanakan pemilihan di mana perilaku menggunakan masker kepatuhan mereka pada 96,59 persen. Pertahankan laporan jarak ini, kami menerima 91,46 persen," jelasnya.


Hasil pemantauan

Data kepatuhan masyarakat tentang protokol kesehatan ini berdasarkan hasil pemantauan dilakukan oleh 219.748 anggota Kepolisian Nasional, 98.100 anggota TNI, dan 47.269 anggota Satuan Tugas Covid-19. Pemantauan dilakukan di 299 kabupaten / kota di 33 provinsi.


Satuan tugas Covid-19 juga memonitor ketersediaan fasilitas protokol kesehatan di 6.211 stasiun pemungutan suara (TPS) di 180 kabupaten / kota. Menurut Dewi, sebanyak 90 persen dari Pilkada secara bersamaan 2020 telah menyediakan fasilitas dan sabun cuci tangan.


"Pembersih tangan telah menyediakan 90 persen pemilihan," kata Dewi.


Di sisi lain, hanya 78 persen TPS yang melakukan sosialisasi protokol kesehatan baik melalui spanduk dan poster dan pengeras suara. Dewi mengatakan bahwa hampir semua petugas di TPS mengenakan topeng dan perisai wajah."Apakah semua petugas KPP menggunakan topeng. Pelaporan ini di bidang 95,22 persen dari TPS telah diterapkan, Wajah Shield telah mencapai 92,87 persen. Jadi itu telah menerapkan penggunaan masker dan perisai wajah," kata Dewi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gempa Magnitudo 5,1 Getarkan Bolaang Mongondow Timur

Gempa Magnitudo 5,1 Getarkan Bolaang Mongondow Timur Gempa besar-besaran 5,1 bersemangat Mongondow Timur Bola , Sulawesi Utara, Kamis (17/2020). Lindu terjadi pukul 3:30 malam. Gempa bumi tidak memiliki kemungkinan tsunami.Mengantisipasi gempa bumi,Ini harus dilakukan sebelumnya, untuk sesaat, dan setelah gempa bumi. Sebelum: - Pastikan struktur dan lokasi rumah Anda dapat menghindari bahaya yang disebabkan oleh gempa bumi, seperti tanah longsor atau pencairan. Mengevaluasi dan memperbarui struktur bangunan Anda untuk menghindari bahaya gempa bumi. - Kenali lingkungan di mana Anda bekerja: perhatikan lokasi pintu, lift, dan tangga darurat. Dia juga belajar di mana tempat paling aman untuk berlindung. - Pelajari cara melakukan pemadam api pertama dan pemadam kebakaran. - Daftarkan nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat gempa bumi. - Atur furnitur untuk menempel di dinding untuk menghindari jatuh, runtuh, berubah pada saat gempa. - Bangun objek keras di mana pun itu ada di ...

Jokowi: Vaksinasi Covid-19 Dimulai Januari, Jangan Ada yang Bayar

Jokowi: Vaksinasi Covid-19 Dimulai Januari, Jangan Ada yang Bayar Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa program vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada Januari 2021. Ia memastikan bahwa masyarakat akan mendapatkan vaksin Covid-19 secara gratis. "Vaksin sudah ada, tetapi vaksinasinya akan dimulai pada bulan Januari," kata Jokowi ketika memberikan bantuan modal kerja kepada usaha mikro dan kecil di halaman istana Merdeka Jakarta, Rabu (16/16/2020). Menurutnya, dokter, perawat, dan petugas kesehatan lainnya akan diprioritaskan untuk disuntikkan dengan vaksin Covid-19 sebelumnya. Kelompok prioritas penerima vaksin lain, TNI-POLRI dan Guru. "TNI dan polisi nasional karena dia mempertahankan kedaulatan negara. Kepolisian nasional memelihara ketertiban dan keamanan negara. Itu juga perlu diutamakan. Setelah itu, setelah itu kita akan mendapatkan vaksinasi," jelasnya. Pedagang kecil menerima Rp 2,4 juta dari pemerintah. Jokowi menyadari bahwa Pandemi Covid-19 memb...

Kasus Rizieq Shihab Diambil Mabes Polri, Kabareskrim: Untuk Mudahkan Penyidikan

Kasus Rizieq Shihab Diambil Mabes Polri, Kabareskrim: Untuk Mudahkan Penyidikan   Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, menangani kasus pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Pencegahan penyebaran virus korona atau Covid-19 yang melibatkankepemimpinan Front Defenders Islam (FPI) Rizieq Shihab diambil alih oleh Kepolisian Nasional. Bareskrim mulai hari ini. Termasuk kasus serupa yang terjadi di Banten. "Jadi kemarin hari Jumat, 18 Desember, penyelidik Polisi Bareskrim, Polda Metro Jaya, dan Jawa Barat, telah memegang gelar kasus. Dalam hal kasus kami memutuskan tiga kasus ditarik ke Polda Nasional Bareskrim," kata Listyo di Markas Besar Kepolisian Nasional, Jakarta Selatan, Senin (21/12/2020). Menurut Listyo, dua kasus adalah pelanggaran prokes yang melibatkan Rizieq Shihab, yaitu kerumunan di Petamburan Jakarta Barat dan Megamendung, Bogor. Sementara kasus lainnya adalah kegiatan Haul Syeh Abdul Qadir Qadir Jailir di Al-Istiqlaiyyah Islamic Boarding Sc...