Langsung ke konten utama

DVI Kumpulkan 53 Sampel DNA Keluarga Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182




DVI Kumpulkan 53 Sampel DNA Keluarga Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182



Tim Identifikasi Korban Polisi Nasional (DVI) terus mengidentifikasi korban kecelakaan pesawat SJ 182 Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta pada Sabtu 9 Februari 2021. Divisi Hubungan Masyarakat Baropenmas Brigadir General Rusdi Hartono mengungkapkan, hingga Senin (11/2021) sore, tim DVI menerima 53 sampel keluarga DNA korban kecelakaan udara Sriwijaya.


"Hingga saat ini tim DVI telah menerima sampel DNA dari keluarga korban, yaitu sebanyak 53 sampel DNA," kata Rusdi pada konferensi pers di Rumah Sakit Kepolisian Nasional, Jakarta, Senin (11/1/2021). Sementara, Senin pagi, ada 40 sampel DNA tim polisi DVI diambil oleh polisi nasionalSelain menerima 53 sampel, tim DVI menerima badan tambahan. Total hingga 17 kantong mayat dari awal 16 saku 16. "Lalu sampai sore ini kami telah menerima 17 kantong mayat," kata Rusdi.


Identifikasi 1 korban

Tim Identifikasi Korban Polisi Nasional (DVI) dapat mengungkapkan satu identitas para korban kecelakaan pesawat udara Sriwijaya dengan nomor penerbangan SJ-182. Korban yang diidentifikasi pertama adalah Okky Bisma, seorang warga Kramatjati, Jakarta Timur, DKI Jakarta.


"Di sore hari ini tim dapat mengidentifikasi salah satu korban kecelakaan, yang atas nama Okky Bisma. Di sini kita dapat mengidentifikasi korban udara Sriwijaya yang mengalami kecelakaan," kata Divisi Hubungan Masyarakat Karopenmas dari Kantor Pusat Kepolisian Nasional Rusdi Brigadir General Rusdi Hartono pada konferensi pers di Rumah Sakit Kepolisian Nasional, Jakarta, Senin (11/1/2021).


Polisi Inafis Kapus, Brigadir Jenderal Hudu Suryanto, menjelaskan tubuh Okky Bisma yang terdaftar dalam tubuh dengan jumlah PMJ SJ 006. Hudi mengatakan identifikasi ini berhasil dilakukan berkat Direktorat Jenderal Populasi dan Registrasi Sipil (Dukcapil) atau data e-KTP.


"Terhadap mayat mayat kami menerima tim Inafis kemudian diidentifikasi. Apa yang kami terima dalam bentuk bagian tubuh (bagian tubuh), dalam bentuk tangan kanan lengkap dengan jarinya masih bagus, membuatnya lebih mudah bagi kami dan memudahkan kami. Ketika kami melakukan pengidentifikasian. Akhirnya kami berhasil mendapatkan identitas seperti apa yang disampaikan, "kata Hudu tentang proses mengidentifikasi korban udara Sriwijaya.


HUDI juga menunjukkan alat untuk mendeteksi sidik jari korban. Alat ini hanya digunakan dengan melampirkan sidik jari korban dan segera menunjukkan sejumlah kandidat yang memiliki sidik jari seperti.


"Ternyata setelah kami memeriksa manifes data, nama Okky Bisma juga dalam daftar nomor empat manifes," katanya. Mengacu untuk bermanifes, Okky Bisma adalah pria yang lahir di Jakarta 1991. Data dikatakan cocok untuk mereka yang berada dalam data E-KTP milik Dukcapil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gempa Magnitudo 5,1 Getarkan Bolaang Mongondow Timur

Gempa Magnitudo 5,1 Getarkan Bolaang Mongondow Timur Gempa besar-besaran 5,1 bersemangat Mongondow Timur Bola , Sulawesi Utara, Kamis (17/2020). Lindu terjadi pukul 3:30 malam. Gempa bumi tidak memiliki kemungkinan tsunami.Mengantisipasi gempa bumi,Ini harus dilakukan sebelumnya, untuk sesaat, dan setelah gempa bumi. Sebelum: - Pastikan struktur dan lokasi rumah Anda dapat menghindari bahaya yang disebabkan oleh gempa bumi, seperti tanah longsor atau pencairan. Mengevaluasi dan memperbarui struktur bangunan Anda untuk menghindari bahaya gempa bumi. - Kenali lingkungan di mana Anda bekerja: perhatikan lokasi pintu, lift, dan tangga darurat. Dia juga belajar di mana tempat paling aman untuk berlindung. - Pelajari cara melakukan pemadam api pertama dan pemadam kebakaran. - Daftarkan nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat gempa bumi. - Atur furnitur untuk menempel di dinding untuk menghindari jatuh, runtuh, berubah pada saat gempa. - Bangun objek keras di mana pun itu ada di ...

Jokowi: Vaksinasi Covid-19 Dimulai Januari, Jangan Ada yang Bayar

Jokowi: Vaksinasi Covid-19 Dimulai Januari, Jangan Ada yang Bayar Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa program vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada Januari 2021. Ia memastikan bahwa masyarakat akan mendapatkan vaksin Covid-19 secara gratis. "Vaksin sudah ada, tetapi vaksinasinya akan dimulai pada bulan Januari," kata Jokowi ketika memberikan bantuan modal kerja kepada usaha mikro dan kecil di halaman istana Merdeka Jakarta, Rabu (16/16/2020). Menurutnya, dokter, perawat, dan petugas kesehatan lainnya akan diprioritaskan untuk disuntikkan dengan vaksin Covid-19 sebelumnya. Kelompok prioritas penerima vaksin lain, TNI-POLRI dan Guru. "TNI dan polisi nasional karena dia mempertahankan kedaulatan negara. Kepolisian nasional memelihara ketertiban dan keamanan negara. Itu juga perlu diutamakan. Setelah itu, setelah itu kita akan mendapatkan vaksinasi," jelasnya. Pedagang kecil menerima Rp 2,4 juta dari pemerintah. Jokowi menyadari bahwa Pandemi Covid-19 memb...

Kasus Rizieq Shihab Diambil Mabes Polri, Kabareskrim: Untuk Mudahkan Penyidikan

Kasus Rizieq Shihab Diambil Mabes Polri, Kabareskrim: Untuk Mudahkan Penyidikan   Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, menangani kasus pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Pencegahan penyebaran virus korona atau Covid-19 yang melibatkankepemimpinan Front Defenders Islam (FPI) Rizieq Shihab diambil alih oleh Kepolisian Nasional. Bareskrim mulai hari ini. Termasuk kasus serupa yang terjadi di Banten. "Jadi kemarin hari Jumat, 18 Desember, penyelidik Polisi Bareskrim, Polda Metro Jaya, dan Jawa Barat, telah memegang gelar kasus. Dalam hal kasus kami memutuskan tiga kasus ditarik ke Polda Nasional Bareskrim," kata Listyo di Markas Besar Kepolisian Nasional, Jakarta Selatan, Senin (21/12/2020). Menurut Listyo, dua kasus adalah pelanggaran prokes yang melibatkan Rizieq Shihab, yaitu kerumunan di Petamburan Jakarta Barat dan Megamendung, Bogor. Sementara kasus lainnya adalah kegiatan Haul Syeh Abdul Qadir Qadir Jailir di Al-Istiqlaiyyah Islamic Boarding Sc...