Menteri KKP dan Sekjen PDIP Raih Gelar Insinyur dari UGM
Sekretaris Jenderal PDI-P (PDIP) DPP Hasto Kristiyanto lulus dari program profesional insinyur UGM dan ditunjuk hari ini, Selasa (19/1/2021) bersama dengan dua menteri. Mereka adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Menteri Pertanian dan Perikanan Timor Leste Pedro Dos Reis. Judul dari UGM, kata Hasto, pencapaian ini mencerminkan bahwa masyarakat Indonesia perlu terus belajar untuk menerapkan sains dan teknologi.
Terutama untuk mendorong kesadaran tentang seberapa besar Indonesia harus produktif dan inovatif dibandingkan dengan konfliknya sendiri di dalam negeri. "Insinyur Indonesia memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan kampanye ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan bangsa, menyadari bahwa Indonesia mandiri sesuai dengan Roh Pancasila," kata Hasto dalam pernyataannya.
Sementara itu, Sakti Wahyu Trenggono, dalam sambutannya, mengatakan bahwa ternyata mendapat gelar profesi insinyur di UGM itu berat. Dan lebih parah yang harus dihadapi setelah itu karena memiliki konsekuensi dari tanggung jawab besar.
Sebelum Presiden Jokowi ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, ia ditugaskan sebagai Wakil Menteri Pertahanan. Di sana, Trenggono menemukan betapa banyak orang Indonesia memiliki banyak orang pintar dan hebat, tetapi semua sektor dan teknologi sebenarnya dikendalikan oleh orang asing. "Pertahanan kita bisa dibilang 99 persen dikendalikan oleh teknologi asing. Jadi ini adalah bobot tantangan," kata Trenggono.
Demikian juga ketika ditugaskan di Kementerian Maritime Urusan dan Perikanan, Trenggono menemukan bahwa Indonesia telah mengeksploitasi terlalu banyak daerah darah. Meskipun daerah laut lebih lebar, yang zat besinya lebih dieksploitasi oleh orang asing.
"Saya menemukan bahwa kita membutuhkan teknologi hebat yang harus kita buat sendiri, sehingga kita dapat menggunakan sumber daya kita untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Pada titik ini peran insinyur kita sendiri diperlukan," kata Trenggono.
Memecahkan rekor
Sementara itu, Wakil Kanselir UGM, Prof. Djagal Wissoin Marseno mengatakan itu bangga karena peresmian kali ini membantu UGM memecahkan rekor dengan menginstal 1367 lulusan karya insinyur. Diharapkan bahwa semua lulusan ini dapat berkontribusi secara signifikan dalam pembangunan Indonesia.
"Jika di Cina yang paling insinyur, mengandalkan profesionalisme manajemen dan manajemen manajemen sainsnya. Dan sekarang China memimpin dalam banyak hal. Oleh karena itu, langkah-langkah kami adalah mencetak insinyur profesional sehingga mereka dapat berkontribusi pada pembangunan Indonesia," katanya. .

Komentar
Posting Komentar