KPK Perpanjang Penahanan Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy
Prabowo
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Perpanjangan penahanan yang berkaitan dengan kasus dugaan izin ekspor suap biji lobster atau kentang goreng di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Selain Edhy Prabowo, para peneliti KPK juga memperluas penahanan tiga tersangka suap lainnya, yaitu Safri (SAF) sebagai staf Menteri CC,) sebagai administrator PT Aero Citra Cargo, dan Ainul Faqih (AF) sebagai Staf Menteri Istri KKP.
"Hari ini (22/2/2021) Tim Investigasi KPK sebagai penentuan Kursi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Kedua kembali melanjutkan penahanan EP, SAF, SWD dan AF," kata juru bicara KPK Ali Fikri dalam pernyataannya pada Senin (22) / 2/2021). Pesawat tempat-tempat keempat tersangka dilakukan selama 30 hari ke depan, mulai dari 23 Februari 2021 hingga 24 Maret 2021 di Merah Putih Building Rutan KPK. "Perpanjangan penahanan dilakukan untuk memaksimalkan kasus kasus tersangka," kata Ali.
Dalam hal ini KPK Ensnered Edhy Prabowo dan enam tersangka lainnya. Mereka adalah Safri (SAF) sebagai staf Menteri KKP, SISWADI (SWD) sebagai Dewan PT Aero Citra Cargo, Ainul Faqih (AF) sebagai staf istri Menteri KKP, Andreau Misanta Pribadi (AMP) Sebagai staf Menteri KKP, Amiril Mukminin (AM) sebagai Menteri Kementerian SESPRI, dan Suharjito (SJT) sebagai Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP).
Tanda terima uang
Menteri Kelautan dan Perikanan Non-aktif, Edhy Prabowo bersiap untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK di Jakarta, Jumat (4/12/2020). Sebelumnya, Edhy ditangkap dan dipegang oleh KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyuapan dalam menentukan calon eksportir benih lobster pada hari Rabu (25/11). Edhy diduga menerima sejumlah uang dari Suharjito, Ketua Holding Company PT DUA PUTERA PERKASA (DPP). Perusahaan Suharjito telah mengirim benih lobster 10 kali menggunakan layanan PT Aero Citra Cargo (PT ACK).
Untuk mengekspor benih lobster hanya dapat melalui forwarder dari PT Aero Citra Cargo dengan biaya transportasi Rp. 1.800 / kepala. Perusahaan PT ACK dianggap sebagai satu-satunya ekspor ekspor benih lobster yang telah disepakati dan dapat diberkati dari Edhy.
Dalam menjalankan monopoli bisnis kargo, PT ACK menggunakan Logistik PT yang mudah rusak Indonesia (PLI) sebagai operator bidang persalinan lapangan di luar negeri. Calon eksportir kemudian diduga menyimpan sejumlah uang kepada akun perusahaan untuk diekspor.
Uang yang dikumpulkan diduga digunakan demi Edhy Prabowo dan istrinya, IIS Rosyita Dewi untuk menghabiskan barang-barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp. 750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, Tas Tas dan Louis Vuitton, dan pakaian tua tua.
Edhy diduga menerima Rp. 3,4 miliar melalui kartu ATM yang dipegang oleh staf istrinya. Selain itu, ia juga diduga menerima USD 100 ribu yang diduga terkait dengan suap. Total uang di akun untuk Bribery Edhy Prabowo mencapai Rp 9,8 miliar.

Komentar
Posting Komentar