Jabar Bebas Zona Merah, Ridwan Kamil Tegaskan Masyarakat Jangan
Abai Prokes 5M
Komunitas harus tetap waspada dan kencangkan disiplin protokol kesehatan 5m, meskipun minggu ini tidak ada kabupaten atau kota yang sedang berkona. Ini dikonfirmasi oleh gubernur Ridwan Kamil. Sebelumnya, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung, status zona merah atau risiko tinggi. Sekarang status dari dua area zona oranye atau risiko sedang.
"Tidak ada kabar baik minggu ini tidak ada zona merah di Jawa Barat. Provinsi lain masih banyak, kita minggu ini tidak ada zona merah. Daerah terakhir (zona merah) adalah Kabupaten Bandung dan Bandung," kata pria itu yang sering disebut Kang Emil.
Menurut Kang Emil, meningkatkan situasi ini adalah hasil dari semua pemangku kepentingan, terutama petugas kesehatan yang berjuang di penjaga terkemuka. Namun, pandemi masih belum berakhir. "Sekarang ini mungkin upaya untuk menghasilkan hasil. Tetapi situasinya masih belum normal," kata Kang Emil.
Selain itu, pekerja kesehatan yang cukup terpapar virus. Meski begitu, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat akan menambah 400 sukarelawan untuk membantu menangani Covid-19. "Saya tidak punya data. Tetapi rata-rata cukup banyak (petugas kesehatan yang dikonfirmasi Covid-19. Dalam RSUD ini ada 84 dikonfirmasi, di Karawang dilaporkan mengkonfirmasi. Semoga kami akan menilai karena ada 400 sukarelawan yang telah kami persiapkan, "Dia menjelaskan
Baca Juga: Jenis Permainan Judi Online Dengan Begitu Banyak Konsumen
di Seluruh Dunia
Selain pemenuhan petugas kesehatan, Kang Emil juga akan bertanya kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk mengirim narkoba ke Bayu Asih RSUD Purwakarta. Diberikan, RSUD Purwakarta kurang dalam narkoba. Selain itu, pemerintah provinsi Jawa Barat juga mulai menghitung kebutuhan tabung oksigen di kabupaten / kota. Karena meskipun kebutuhan akan tabung oksigen masih cukup tetapi perlu mengantisipasi mengikuti peningkatan jumlah kasus Covid-19.
"Semua penilaian kami per hari masih terkendali, tetapi dengan kasusnya, kami telah menghitung ketersediaan oksigen, termasuk kurangnya obat di Purwakarta. Itulah pentingnya saya untuk memantau kekurangan dan tantangan langsung di daerah," kata saya Kang Emil.

Komentar
Posting Komentar